Mengukur Intensitas Cahaya dengan Lux Meter

Baru perhatian sama Lux Meter, itu juga karena Uji Kompetensi Keterampilan (UKK) LSP-P2 Klaster Perakitan dan Pengoperasian Kontrol Industri. Pengukuran intensitas cahaya dan mengukur kuat arus listrik pada Light Dependent Resistor (LDR). Karena itulah jadi lebih fokus mempelajari Lux Meter.

Sebenarnya Lux Meter tidak ada dalam sprektrum Teknik Elektronika Industri, begitu juga dalam elemen LSP-P1 Teknik Elektronika Industri, tetapi Lux Meter ada dalam elemen LSP-P2 Teknik Elektronika Industri.

Walaupun tidak ada di spektrum dan elemen LSP-P1, mempelajari dan menyediakan alat Lux Meter di sekolah sangat membantu siswa dalam pembelajaran materi sensor dan transduser LDR (Light Dependent Resistor). Dengan tersedianya Lux Meter pada saat praktek aplikasi LDR, siswa dapat melihat hubungan pengarus intensitas cahaya terhadap besar hambatan pada LDR, dan siswa dapat membuat grafik hubungan antara dual hal tersebut.

Prinsip Kerja

Lux Meter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur kuat penerangan (tingkat penerangan) pada suatu area atau daerah tertentu. Alat ini didalam memperlihatkan hasil pengukurannya menggunakan format digital. Alat ini terdiri dari rangka, sebuah sensor dengan sel foto dan layar panel. Sensor tersebut diletakan pada sumber cahaya yang akan diukur intenstasnya. Cahaya akan menyinari sel foto sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik. Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus yang dihasilkan pun semakin besar.

Bagian-bagian dari alat Lux Meter adalah sebagai berikut.

Bagian-bagian Luxmeter
Bagian-bagian Lux Meter

Fungsi bagian-bagian Lux Meter :

  1. Layar panel : Menampilkan hasil pengukuran
  2. Tombol Off/On : Sebagai tombol untuk menyalakan atau mematikan alat
  3. Tombol Range : Tombol kisaran ukuran
  4. Zero Adjust VR : Sebagai pengkalibrasi alat (bila terjadi error)
  5. Sensor cahaya : Alat untuk mengkoreksi/mengukur cahaya.

Prosedur Penggunanaan Alat

Dalam mengoperasikan atau menjalankan lux meter amat sederhana. Tidak serumit alat ukur lainnya, dalam penggunaannya yang harus benar- benar diperhatikan adalah alat sensornya, karena sensornyalah yang kan mengukur kekuatan penerangan suatu cahaya. Oleh karena itu sensor harus ditempatkan pada daerah yang akan diukur tingkat kekuatan cahayanya (iluminasi) secara tepat agar hasil yang ditampilkan pun akuarat. Adapun prosedur penggunaan alat ini adalah sebagai berikut :

  • Geser tombol ”off/on” kearah On.
  • Pilih kisaran range yang akan diukur ( 2.000 lux, 20.000 lux atau 50.000 lux) pada tombol Range.
  • Arahkan sensor cahaya dengan menggunakan tangan pada permukaan daerah yang akan diukur kuat penerangannya.
  • Lihat hasil pengukuran pada layar panel.

Hal- hal yang harus diperhatikan dalam perawatan alat ini adalah sensor cahaya yang bersifat amat sensitif. Dalam perawatannya sensor ini harus diamankan pada temapat yang aman sehingga sensor ini dapat terus berfungsi dengan baik karena sensor ini merupakan komponen paling vital pada alat ini.

lx1330b
Digital Lux Meter

Selain dari sensor, yang harus diperhatikan pada alat ini pun adalah baterainya. Jikalau pada layar panel menunjukan kata ” LO BAT” berarti baterai yang digunakan harus diganti dengan yang baru. Untuk mengganti baterai dapat dilakukan dengan membuka bagian belakang alat ini (lux meer) kemudian mencopot baterai yang habis ini, lalu menggantinya dengan yang dapat digunakan. Baterai yang digunakan pada alat ini adalah baterai dengan tegangan 9 volt, tetapi untuk tegangan beterai ini tergantung pada spesifikasi alatnya.

Apabila hasil pengukuran tidak seharusnya terjadi, sebagai contoh diruangan yang dengan kekuatan cahaya normal setelah dilakukan pengukuran ternyata hasilnya tidak normal maka dapat dilakukan pengkalibrasian ulang dengan menggunakan tombol ”Zero Adjust”.

Cara Pembacaan

Pada tombol range ada yang dinamakan kisaran pengukuran. Terdapat 3 kisaran pengukauran yaitu 2000, 20.000, 50.000 (lux). Hal tersebut menunjukan kisaran angka (batasan pengukuran) yang digunakan pada pengukuran. Memilih 2000 lux, hanya dapat dilakukan pengukuran pada kisaran cahaya kurang dari 2000 lux. Memilih 20.000 lux, berarti pengukuran hanya dapat dilakukan pada kisaran 2000 sampai 19990 (lux). Memilih 50.000 lux, berarti pengukuran dapat dilakukan pada kisaran 20.000 sampai dengan 50.000 lux. Jika Ingin mengukur tingkat kekuatan cahaya alami lebih baik baik menggunakan pilihan 2000 lux agar hasil pengukuran yang terbaca lebih akurat. Spesifikasi ini, tergantung kecangihan alat.

Apabila dalam pengukuran menggunakan range 0-1999 maka dalam pembacaan pada layar panel di kalikan 1 lux. Bila menggunakan range 2000-19990 dalam membaca hasil pada layar panel dikalikan 10 lux. Bila menggunakan range 20.000 sampai 50.000 dalam membaca hasil dikalikan 100 lux.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *