Macam Komponen Sistem Pneumatik

Pengetahuan pneumatik didapat penulis saat masih sekolah di STMN Serang yang sekarang SMKN 2 Kota Serang, yang waktu itu ada program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) bekerja sama dengan PT. Krakatau Steel. Penulis menjadi salah satu yang terpilih menjadi peserta PSG yang pelaksanaanya bergantian 1 bulan di sekolah dan 1 bulan lagi di pusdiklat/pabrik PT. KS selama 2 tahun atau sampai lulus.

Sistem pneumatik bertujuan untuk menggerakkan berbagai peralatan dengan menggunakan gas kompresibel sebagai media kerjanya. Udara menjadi satu media kerja sistem pneumatik yang paling banyak digunakan karena jumlahnya yang tidak terbatas dan harganya yang murah. Udara yang dikompresi oleh kompresor, didistribusikan menuju berbagai macam aktuator melewati sistem kontrol tertentu. Kadang ada juga udara terkompresi tersebut dicampur dengan atomized oil untuk kebutuhan pelumasan pada sistem aktuator. Namun yang lebih umum adalah udara terkompresi yang kering, atau telah mengalami proses pengeringan melalui air dryer.

Sistem Pneumatik
Salah Satu Contoh Aplikasi Sistem Pneumatik

Berikut adalah komponen-komponen sistem pneumatik secara umum :

1. Kompresor


Kompresor adalah suatu alat mekanikal yang bertujuan untuk menaikkan tekanan suatu gas dengan cara menurunkan volumenya. Komponen inilah yabg mensupply udara bertekanan untuk sistem pneumatik, serta menjaga tekanan sistem agar tetap berada pada tekanan kerjanya.

Kompresor
Bentuk Konstruksi Kompressor
Hasil gambar untuk kompressor
Bentuk Fisik Kompressor

2. Regulator & Gauge


Kedua alat tersebut menjadi komponen wajib di setiap sistem pneumatik. Regulator adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur supply udara terkompresi masuk ke sisptem pneumatik. Sedangkan gauge berfungsi sebagai penunjuk besar tekanan udara di dalam sistem. Keduanya dapat berupa sistem mekanis maupun elektrik.

Hasil gambar untuk regulator pneumatik
Konstruksi Regulator
Hasil gambar untuk regulator pneumatik
Bentuk Fisik Regulator dan Guage

3. Check Valve


Check Valve adalah valve atau katup yang berfungsi untuk mencegah adanya aliran balik dari fluida kerja, dalam hal ini udara terkompresi. Terutama adalah apabila pada sebuah sistem pneumatik tersebut dipergunakan tanki akumulator udara, sehingga Check Valve tersebut mencegah adanya udara dari akumulator untuk kembali menuju kompresor namun tetap mengalirkan udara bertekanan dari kompresor untuk masuk ke dalam akumulator.

Bentuk Konstruksi Check Valve
Hasil gambar untuk check valve pneumatic system
Salah Satu Bentuk Fisik Check Valve

4. Tanki Akumulator


Tanki akumulator atau juga disebut buffer tank berfungsi sebagai cadangan (storage) tekanan udara terkompresi yang digunakan untuk penggerak aktuator. Selain itu tanki ini juga berfungsi untuk mencegah ketidakstabilan supply udara ke aktuator, lebih menstabilkan kerja kompresor agar tidak terlalu sering mematikan dan menyalakannya lagi, serta lebih memudahkan desain sistem dalam menempatkan kompresor jika diharusakan penempatan aktuator pneumatik lebih jauh dengan kompresor.

Hasil gambar untuk tangki akumulator pneumatik
Proses Kerja Tanki Akumulator
Hasil gambar untuk tangki akumulator pneumatik
Salah Satu Bentuk Fisik Tanki Akumulator

5. Saluran Pipa


Pipa-pipa digunakan untuk mendistribusikan udara terkompresi dari kompresor atau tanki akumulator ke berbagai sistem aktuator. Diameter pipa yang digunakan pun bermacam-macam tergantung dari desain dan tujuan penggunaan sistem pneumatik tersebut. Pada sebuah sistem pneumatik besar (menggunakan lebih dari dua aktuator), untuk area sistem supply (area kompresor dan tanki) digunakan pipa berdiameter lebih besar daripada yang digunakan pada area aktuator. Namun jika sistem pneumatik yang ada kecil, misal hanya untuk menggerakkan satu saja aktuator, maka diameter pipa yang digunakan pun akan seragam di semua bagian.

Hasil gambar untuk pipa pneumatik

6. Directional Valve


Directional valve atau katub pengatur arah yang instalasinya berada tepat sebelum aktuator, adalah berfungsi untuk mengatur kerja aktuator dengan cara mengatur arah udara terkompresi yang masuk atau keluar dari aktuator. Satu valveini didesain untuk dapat mengatur arah aliran fluida kerja di dua atau bahkan lebih arah aliran. Ia bekerja secara mekanis atau elektrik tergantung dari desain yang ada.

Directional Valve
Konstruksi Directional Valve
Hasil gambar untuk Directional valve

7. I/P Controller


Pada aktuator pneumatik yang kerjanya dapat bermodulasi diperlukan satu alat kontrol supply udara bertekanan yang khusus bernama I/P ControllerI/P Controller ini mengubah perintah kontrol dari sistem kontrol yang berupa sinyal arus, menjadi besar tekanan udara yang harus disupply ke aktuator.

Hasil gambar untuk Pneumatic I/P Controller
Kontruksi Pneumatic I/P Controller
<em>I/P Controller</em>
Bentuk Fisik Pneumatic I/P Controller

8. Aktuator


Pneumatik aktuator adalah alat yang melakukan kerja pada sistem pneumatik. Ada berbagai macam jenis pneumatik aktuator sesuai dengan penggunaannya. Antara lain adalah silinder pneumatik, diafragma aktuator, serta pneumatik motor.

20110624-103740.jpg
Hasil gambar untuk piston pneumatik
Bagan Piston Double Action
Hasil gambar untuk piston pneumatik
Bentuk Fisik Piston Pneumatik (Aktuator)

Prinsip kerja dan komponen-komponen yang digunakan pada sistem pneumatik, hampir sama dengan sistem hidrolik. Untuk mengetahui perbedaan diantara keduanya baca juga jejak ini.

3 thoughts on “Macam Komponen Sistem Pneumatik”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *