5 Macam Aktuator Pneumatik

Sistem Pneumatik memang jarang terlihat disekitar kita, tetapi apabila kita mendengar kendaraan umum seperti Bus dan Kereta saat melakukan pengereman maka akan terdengar suara angin mendesis, itu suara angin yang mendorong aktuator untuk sistem rem kendaraan tersebut.

Umumnya sistem pneumatik banyak digunakan di pabrik-pabrik yang memiliki kecepatan produksi dan tingkat akurasi yang tinggi dan memiliki area kerja yang bersih, suhu ruangan rendah karena peralatan pneumatik tidak akan tahan di area kerja yang panas, misalnya pabrik obat dan pabrik makanan atau minuman.

Pada tulisan ini akan fokus pada macam-macam Aktuator Pneumatik, banyak sekali bentuk dari aktuator pneumatik tetapi secara prinsip kerja dapat di kelompokkan sebagai berikut.

1. Single Acting Cylinder (Silinder Kerja Tunggal)

Single acting cylinder atau biasa disebut dengan silinder kerja tunggal. Merupakan jenis aktuator yang umum digunakan, karena pada dasarnya penggunaan silinder ini cukup mudah untuk diterapkan dan lebih banyak kebutuhannya, Selain itu silinder ini banyak beredar dipasaran, Hal tersebutlah yang membuat silinder ini umum digunakan.

Pada bagian dalam silinder kerja tunggal terdapat pegas yang digunakan untuk mengembalikan posisi silinder yang awalnya maju menjadi mundur, jadi peran pegas tersebut supaya silinder bisa bergerak mudur ketika batang piston dalam posisi maju. Untuk membuat silinder bergerak maju, silinder diberi udara bertekanan. Ketika udara tersebut mengisi tangki udara pada silinder, perlahan batang silinder akan bergerak maju.

Untuk lebih jelasnya mengenai mekanisme kerjanya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Pada gambar diatas merupakan mekanisme dari silinder kerja tunggal, pada garis berwarna merah merupakan pegas pembalik dan pada saluran warna biru yang mengisi tangki udara silinder merupakan udara bertekanan yang masuk ke dalam silinder.

Bentuk dari komponennya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

single acting cylinder

2. Double Acting Cylinder (Silinder Kerja Ganda)

Double acting cylinder atau biasa disebut dengan silinder kerja ganda merupakan komponen pneumatik yang umum digunakan dalam dunia perindustrian. Komponen ini sama halnya seperti pada silinder kerja tunggal yang umumnya banyak beredar dipasaran. Penggunaan silinder ini cukup mudah untuk diterapkan. Terdapat 2 buah saluran, yaitu saluran masuk untuk mendorong batang silinder dan saluran keluar untuk membuat batang silinder bergerak mundur.

Cara kerja dari silinder ini yaitu, memberi udara bertekanan pada salah satu dari ke dua lubang tersebut yang mana pada saat diberi udara bertekanan pada salah satu input, maka udara tersebut akan mengisi ruang tangki yang ada pada silinder. Setelah muatan pada tangki sudah mencukupi, maka batang silinder akan bergerak maju maupun mundur seperti pada gambar dibawah ini.

Double acting cylinder

Pada gambar diatas merupakan cara kerja dari komponen tersbeut. Bisa dilihat pada arah angin yang ada pada komponen tersebut. Terdapat dua lubang yang masing-masing dari lubanya memiliki fungsinya masing-masing. Pada gambar dibawah ini merupakan wujud fisik dari komponen silinder kerja ganda.

 

Double Acting Cylinder

3. Cylinder Without Piston Rod ( Silinder Slider )

Cylinder without piston rod atau biasa dikenal dengan silinder slider merupakan silinder yang tidak memiliki sebuah batang piston untuk menggerakkan suatu mekanisme. Silinder slider memiliki 2 input angin yang sama dengan silinder kerja ganda dan cara kerja dari silinder tersebut juga mirip seperti silinder kera ganda, yang membedakan hanyalah penggunaan mekanismenya.

Pada silinder kerja ganda, penggunaan mekanismenya menggunakan batang silinder. Sedangkan pada silinder slider penggunaan mekanime menggunakan sabuah item / benda yang berbentuk kotak atau tabung. Sebelumnya saya belum pernah membedah lebih detail silinder slider, jadi perkiraan saya bentuk dari penggerakan slindernya bisa jadi berbentuk kotak atau tabung. Untuk mengetahui wujud dari silinder slider bisa lihat pada gambar di bawah ini.

 

Silinder Slider

Bentuk fisik pada silinder slider seperti pada gambar di atas. Pada silinder slider ada sebuah slider yang nantinya slider ini akan bergerak ke kanan atau ke kiri tergantung dengan pemberian udara bertekanannya. Kemudian ada pembatasan untuk pergerakan silinder slider. Pembatas tersebut dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Ada juga input udara dari ke dua sisi sebagai input untuk udara bertekanan.

4. Multiple Position Cylinder, Double-Acting (Silinder kerja ganda dengan double silinder)

Silinder ini merupakan perkembangan dari silinder kerja ganda yang mana pada silinder ini terdapat 2 input dan 2 buah batang piston yang terletak pada sisi kanan dan sisi kiri silinder.

Untuk wujud fisiknya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Multiple Position Cylinder, Double-Acting

Cara kerja dari silinder ini hampir sama dengan silinder kerja ganda pada umumnya. yang menbedakan dari ke dua jenis silinder tersebut adalah posisi dari batang pistonnya. Pada batang piston Multiple position cylinder terdapat 2 buah batang silinder yang ada di sisi kanan dan sisi kiri. Untuk mekanisme dari silinder tersebut yaitu, pada saat lubang udara sebelah kanan di isi udara bertkekanan, maka batang silinder pada sebelah kiri akan bergerak maju, sedangkan pada batang piston sebelah kanan akan bergerak mundur. Begitu juga sebaliknya apabila lubang udara di sisi kanan  diberi udara bertekanan maka silinder di sisi sebelah kanan akan bergerak maju dan silinder di sisi sebelah kiri akan bergerak mundur.

Bisa dikatakan cara kerjanyapun tidak terlalu jauh dengan silinder kerja ganda.

5. Air Motor (Motor Angin)

Air Motor atau biasa disebu dengan motor angin merupakan komponen aktuator pada pneumatik yang bergerak berputar. Berbeda dari jenis-jenis aktuator yang lainnya bergerak secara horizontal maupun vertikel. Pada komponen ini biasanya diguanakn untuk mekanisme yang membutuhkan pergerakan berputar. Untuk bentuk fisik dari komponen ini bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

This image has an empty alt attribute; its file name is Air%2Bmotors%2BFig%2B2.png

Cara kerja dari komponen ini yaitu, ketika input udara di beri udara bertekanan, maka udara akan mendorong pada engsel penggerak di dalam komponen tersbeut yang nantinya udara akan mendorong engsel penahan tersebut sesuai dengan bentuk yang melingkar pada komponen tersebut. Ketika sumbu putarnya berputan terdapat lubang keluaran disisi lain yang nantinya udara tersebut berperan sebagai output dari komponen tersebut.

Untuk gambaran arah anginnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini

This image has an empty alt attribute; its file name is Ait%2Bmotor.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *