Kendali Running Lamp Berbasis PLC Omron dan CX-Progammer

Membuat running lamp sebanyak 3 buah bisa menjadi dasar untuk membuat instalasi plc untuk lampu lalulintas. Pada tulisan ini dilengkapi rangkaian pengawatan pada PLC Omron agar lebih tidak salah dalam merangkai rangkaian PLC Omron dengan peralatan masukan, peralatan keluaran dan catu daya PLC itu sendiri.

Biasanya sering dengan istilah Running LED, tetapi tulisan ini diberi nama Running Lamp karena nyala lampu yang menyala bergantian atau berjalan yaitu lampu yang memiliki tegangan beban 24 V. Untuk percobaan kali ini menggunakan PLC merk OOMRON tipe CP1E-E20DR-A yang diberi tegangan supply dan input sebesar 24 V dan tegangan keluaran 24 V juga.

Berbeda dengan percobaan menggunakan PLC Schneider sebelumnya yang memiliki tegangan masukan dan keluaran sebesar 220V. Pada PLC Omron dalam percobaan ini untuk masukan dan keluaran diberi tegangan 24 V arus searah. Pengendali yang bisa memberikan supply tegangan 24 V yang paling efesien yaitu PLC, apabila menggunakan mikrokontroler atau Arduino akan membutuhkan peralatan penguat yang banyak agar mencapai tegangan akhir 24 V.

Pada percobaan ini dibuat 3 buah lampu yang menyala bergantian atau berjalan dari lampu 1 ke lampu 3, atau dengan diagram waktu seperti di bawah ini.

 

Sebelum membuat Ladder yang sesuai hasil di atas, terlebih dahulu mengatur Device Type seperti kotak dialog seperti di bawah ini. Pilih Device Type : CP1E.

Kemudian klik tombol Settings…, kemudian pada CPU Type pada dialog Device Tipe Setting pilih E20.

Langkah di atas dilakukan karena alat PLC yang digunakan bertipe CP1E-E20DR-A.

Dari diagram waktu di atas, maka bentuk ladder mengunakan perangkat lunak CX-Programmer sebagai berikut.

Ladder di atas mengaktifkan atau menggunakan beberapa komponen sebanyak :

  • Saklar 2 buah
  • Kontaktor 4 buah
  • Timer 3 buah
  • Lampu 3 buah

Untuk timer pada Omron menggunakan Count down bilangan desimal tiap 100ms. Jadi jika ingin membuat timer dengan durasi 5 detik, maka pengisian bilangan desimal sebesar #0050. Dari ladder terlihat, timer 1 aktif setelah tombol Start ditekan. timer 2 aktif setelah durasi timer 1 tercapai. timer 3 aktif setelah durasi timer 2 tercapai.

Pengaturan Timer

Buat 3 buah Timer dengan Address seperti gambar di bawah ini.

Hasil Pengaturan Timer

Jika durasi timer 3 tercapai, maka timer 1 akan OFF dalam waktu permilidetik. Ini akan membuat timer 2, 3 kembali OFF.

Pada lampu terlihat, Lampu 1 menyala jika timer 1 aktif. Lampu 2 menyala jika timer 2 aktif dan durasi timer 1 tercapai. Lampu 3 menyala jika timer 3 aktif dan durasi timer 2 tercapai.

Rangkaian Pengawatan 3 Lampu berjalan berbasis PLC Omron seperti rangkaian di bawah ini.

Hasil Simulasi seperti pada bisa dilihat pada Video di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=h6kLJoolU2w&feature=youtu.be

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *