Menguji Kerusakan Transistor dengan Ohmmeter

Transistor merupakan salah satu komponen elektronika yang paling rentan untuk terjadi kerusakan. Kerusakan yang terjadi padanya bisa disebabkan karena kelebihan tegangan, pemasangan yang salah, terlalu panas, korsleting dan lain sebagainya. Untuk mengetahui kerusakan yang terjadi pada komponen ini harus dilakukan melalui pengukuran, walaupun dalam keadaan tertentu kita bisa melihat kerusakan pada bentuk fisiknya. Kerusakan transistor yang disertai kerusakan fisiknya biasa terjadi ketika transistor tersebut mengalami panas berlebih akibat tegangan yang salah, terlalu panas, korsleting. Tapi umumnya kerusakan yang terjadi tidak diiringi oleh kerusakan fisik sehingga diperlukan alat ukur untuk memastikannya.

Cara Mengukur Transistor Dengan Multimeter

Salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur transistor adalah multimeter. Dengan multimeter kita dapat dengan mudah menentukan apakah sebuah transistor sudah mengalami kerusakan atau tidak.  Perlu diingat juga bahwa pengukuran dengan multimeter ini tidak hanya untuk mengetahui kerusakan saja, tetapi juga dapat digunakan untuk menetukan jenis kaki dari transistor tersebut (kebanyakan transistor nama kakinya tidak dituliskan).

Berikut ini adalah cara untuk mengukur transistor dengan menggunakan multimeter analog.

A. Mengukur Jenis Transistor PNP

Untuk transistor jenis PNP basisnya merupakan kutup katoda (negatif) sehingga pada kaki basis ini harus kita hubungkan dengan kutup negatif baterai (dalam multimeter). Karena pada multimeter analog kutup negatif baterainya terhubung ke probe berwarna merah dan kutup positifnya adalah probe berwarna hitam (kalau dalam posisi ohm meter) maka probe berwarna merah harus terhubung ke kaki basis. Untuk mengukurnya silahkan ikuti langkah langkah di bawah ini:

  1. Pastikan Kabel probe sudah terhubung dengan baik dan atur saklar atau switch multimeter pada posisi ohm meter dengan pengali 1 atau 10
  2. Hubungkan probe warna merah ke kaki basis
  3. Hubungkan probe warna hitam ke kaki emitor (E) sehingga menunjukan nilai tahanan tertentu pada jarum multimeter.
  4. Lepaskan probe hitam dari kaki emitor kemudian sambungkan ke kaki kolektor (C) sehingga jarum bergerak menunjukkan nilai tahanan tertentu.
  5. Tukar posisi probe (kebalikan dari langkah 1 sampai 3) yaitu probe hitam ke kaki basis dan probe merah ke kaki emitor dan kolektor seperti langkah 2 dan 3 dan pastikan jarum multimeter tidak bergerak

Jika kondisi di atas terjadi saat melakukan pengukuran, maka dipastikan transistor tersebut dalam keadaan bagus, sebaliknya jika ada perubahan selain yang disebutkan di atas berarti transistor sudah terjadi kerusakan. Kerusakannya bisa putus dan bisa juga sudah jebol. Putus jika jarum tidak bergerak lagi pada langkah 2 dan 3 dan bocor ketika semuanya bergerak termasuk ketika dilakukan langkah nomor 4.

Bagaimana yang terjadi kalau kita tidak tahu mana kaki basis, emitor dan kolektor? Jenis PNP dan NPN nya juga belum diketahui? Apakah kita tetap bisa melakukan pengukuran? Jawabannya adalah bisa. Justru inilah fungsinya mengukur dengan multimeter, selain dapat menentukan kerusakan kita juga dapat menentukan kaki kaki dari transistor tersebut. Untuk kasus yang seperti ini saya sarankan gunakan transistor yang baru (atau pastikan bagus) karena kalau kita ukur transistor rusak dan kita belum terlalu mengerti tentang transistor akan sulit untuk mengambil keputusan. Tapi sebetulnya transistor yang sedang dipakaipun kita bisa saja menentukan kakinya dengan membaca keadaan rangkaian (apalagi rangkaian yang sudah dilengkapi tanda kaki komponen).

B. Mengukur Transistor Jenis NPN

Untuk mengukur transistor jenis NPN kita harus melakukan kebalikan dari cara mengukur transistor PNP sebagai berikut.

  1. Hubungkan probe hitam ke kaki basis. (pengali ohm meter bisa 1 atau 10)
  2. Kemudian hubungkan probe merah ke kaki emitor dan pastikan jarum multimeter bergerak menunjukan nilai tertentu.
  3. Hubungkan probe merah ke kaki kolektor dan pastikan jarum meter bergerak menunjukkan nilai hambatan tertentu.
  4. Sekarang probe merah dihubungkan ke kaki basis (kebalikan langkah no 1)
  5. Hubungkan  probe hitam ke kaki emitor dan pastikan tidak ada gerakan pada jarum multimeter.
  6. Hubungkan probe hitam ke kaki kolektor dan pastikan tidak ada gerakan pada jarum multimeter.
  7. Jika yang terjadi seperti langkah 1 sampai 6 berarti transistor dalam keadaan bagus selainnya berarti sudah terjadi kerusakan.

Jika kita mengukur transistor menggunakan multimeter digital kita dapat melakukan langkah langkah seperti di atas dengan cara kebalikannya karena probe hitam pada multimeter digital memang terhubung dengan kutup negatif baterai dan probe merah merupakan kutup positif baterai. dan jangan lupa juga untuk mengatur saklar (switch) multimeter pada posisi pengkuran dioda. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *