Karakteristik Sensor Suhu dan Kelembaban Udara DHT11 dan DHT22

Kelembaban atau banyaknya kandungan air di ruangan tersebut bisa diketahui atau diukur menggunakan sebuah sensor. Udara yang panas atau sejuk belum tentu memiliki kandungan udara yang sama di masing-masing ruangan.

Berikut sensur suhu dan kelembaban yang ada di pasaran.

Sensor DHT11

DHT11 adalah sensor suhu dan kelembaban udara, memiliki keluaran sinyal digital yang dikalibrasi dengan sensor suhu dan kelembaban yang kompleks. Telnologi memastikan keandalan tinggi dan sangat baik stabilitasnya dalam jangka panjang. Mikrokontroler terhubung pada kinerja tinggi sebesar 8 bit. Sensor ini termasuk elemen resistif dan perangkat pengukur suhu NTC. Memiliki kualitas yang sangat baik, respon cepat, kemampuan anti-gangguan dan keuntungan biaya tinggi kenerja.

Sensor Kelembahan DHT11

 

Rangkaian DHT11 dengan pengendali.

 

Spesifikasi

  1. Tegangan masukan : 5 Vdc
  2. Rentang temperatur : 0-50 ° C kesalahan ± 2 ° C
  3. Kelembaban 20-90% RH ± 5% RH error
  4. Konsumsi arus : Measurement 0.3 mA, standby 60µA
  5. Periode Sampling : lebih dari 2 detik

 

Deskripsi Pin:

  1. The VDD power supply 3.5~5.5V DC
  2. DATA serial data, a single bus
  3. NC, empty pin
  4. GND ground, the negative power.

Sensor suhu dan kelembaban udara DHT11 memiliki keluaran sinyal digital yang dikalibrasi dengan sensor suhu dan kelembaban yang kompleks. Teknologi ini memastikan keandalan tinggi dan sangat baik stabilitasnya dalam jangka panjang. Mikrokontroler terhubung pada kinerja tinggi sebesar 8 bit. Sensor ini termasuk elemen resistif dan perangkat pengukur suhu NTC.

Setiap sensor DHT11 memiliki fitur kalibrasi sangat akurat dari kelembaban ruang kalibrasi. Koefisien kalibrasi yang disimpan dalam memori program OTP, sensor internal mendeteksi sinyal dalam proses, kita harus menyebutnya koefisien kalibrasi. Sistem antarmuka tunggal-kabel serial terintegrasi untuk menjadi cepat dan mudah. Kecil ukuran, daya rendah, sinyal transmisi jarak hingga 20 meter, sehingga berbagai aplikasi dan bahkan aplikasi yang paling menuntut. Produk ini 4-pin pin baris paket tunggal. Koneksi nyaman, paket khusus dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

DHT 11, pengukur suhu dan kelembaban udara dengan output digital yang sangat murah dan mudah digunakan. Akurasi dari pembacaan suhu ±2°C dan akurasi pembacaan kelembabannya sekitar 5%. Kekurangan dari sensor ini hanya satu, yaitu pembacaan data pengukurannya tertinggal sekitar 2 detik dari kondisi aslinya. Jadi jika proyek Anda membutuhkan akurasi pengukuran yang real-time, sensor ini tidak cocok digunakan.

 

Sensor DHT22

DHT-22 adalah chip tunggal kelembaban relatif dan multi sensor suhu yang terdiri dari modul yang dikalibrasi keluaran digital. Pada pengukuran suhu data yang dihasilkan 14 bit, sedangkan untuk kelembaban data yang dihasilkan 12 bit. Keluaran dari DHT-22 adalah digital sehingga untuk mengaksesnya diperlukan pemrograman dan tidak diperlukan pengkondisi sinyal atau ADC.

Gambar Sensor Kelmbaban DHT-22
Gambar Sensor Kelembaban DHT22

Spesifikasi :

  1. Supply Voltage: 5V
  2. Range Pengukuran Suhu : -40 – 80 ℃ / resolution 0.1℃ / error < ± 0.5℃
  3. Range Pengukuran Kelembapan : 0-100% RH / resolution 0.1%RH / error ± 2%RH
  4. Waktu pemindaian 2 detik
  5. Ukuran : 15.1mm x 25mm x 7.7mm

DHT22, versi yang lebih akurat dibanding DHT11 dan sedikit lebih mahal. Akurasi pembacaan suhu ±0.5°C dan akurasi pembacaan kelembabannya antara 2–5%. Memiliki kekurangan yang sama dengan DHT11, yaitu pengukuran waktunya tertinggal 2 detik dari kondisi aslinya.

Functional Elementnya Sensor DHT11 dan DHT22 memiliki kemiripan fungsi, diantaranya fungsi sensor DHT11 adalah untuk mengukur temperature dan kelembapan udara. Responnya sedikit lambat namun cukup memadai untuk proyek kecepatan bacanya seperempat detik dan data yang dibaca adalah dua detik yang lalu. Sedangkan DHT22 responya lebih baik dibandingkan DHT11, untuk fungsi selebihnya sama.

 

Karakteristik Sensor Kelembaban Udara DHT11 dan DHT22

Karakteristik suatu instrument meliputi karakteristik statis dan karakteristik dinamis. Karakteristik statis suatu alat ukur adalah karakteristik yang harus diperhatikan apabila alat tersebut digunakan untuk mengukur suatu kondisi yang tidak berubah karena waktu atau hanya berubah secara lambat laun.

Karakteristik statis adalah hal-hal yang harus diperhitungkan bila alat ukur dipergunakan untuk mengukur suatu keadaan yang tidak bergantung pada waktu, yaitu akurasi, presisi, resolusi, sensitifitas, error, validasi, hiterisis, dan reliability.

Sementara karakteristik dinamis dari suatu alat ukur menyatakan bagaimana kecepatan mengadakan perubahan dari suatu kedudukan ke kedudukan yang baru atau menjelaskan perilaku antara perubahan besaran terhadap perubahan waktu yang diperlukan instrumen hingga mencapai kondisi tunaknya. Yang termasuk kedalam karakteristik dinamik yaitu kecepatan atau respon dan kecermatan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *