Cara Mengatur Kecepatan Putar Motor DC

Kadang dibutuhkan besar kecepatan putaran Motor DC berputar berubah selama proses kerjanya, misalnya pada saat baru dinyalakan motor dc berputar lambat, kemudian setelah 10 detik motor dc berputar cepat sesuai yang diinginkan.

Ada 2 cara untuk mengendalikan kecepatan putar motor dc agar memiliki kecepatan putar yang diinginkan, kedua cara ini sebenarnya hanya merubah besar kuat arus listrik yang mengalir pada motor dc.

Besar kuat arus berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik terhadap tahanan listrik atau dirumuskan i = V/R.

Cara 1 :

Untuk cara 1 yang digunakan yaitu merubah besar tahanan listrik yang dihubung seri dengan motor dc, komponen tahanan listrik yang digunakan bisa Potensiometer agar kecepatan putar motor dc bisa berubah-ubah selama beroperasi dengan cara merubah besar tahanan potensiometer tersebut.

Rangkaian pengendali motor dc menggunakan potensiometer seperti gambar di bawah.

Dari gambar di atas, jika Potensiometer diputar maka besar tahanan listriknya berubah sehingga besar kuat arus yang mengalir ke motor dc dan intensitas cahaya LED juga berubah. Jika perubahan besar kuat arus mengecil maka kecepatan motor dc akan makin lambat atau cahaya LED akan makin redup, dan sebaliknya jika perubahan kuat arus membesar maka kecepatan motor dc akan makin cepat atau cahaya LED akan makin terang.

 

Cara 2 :

Mengendalikan kecepatan putar motor dc yang kedua yaitu dengan mengubah besar tegangan supply yang terhubung ke motor dc.

Diingat kembali, cara merubah besar tegangan yang baik yaitu dengan PWM (Pulse Width Modulation), dengan teknik tersebut tegangan rata-rata akan berubah sesuai dengan besar prosentasi Duty Cycle. Bentuk sinyal PWM seperti gambar di bawah ini.

Misalkan, besar tegangan supply 12 Volt maka besar tegangan rata-rata pada masing-masing duty cycle sebagai berikut :

Duty Cycle 0% : 0 x 12 = 0 Volt

Duty Cycle 25% : 0,25 x 12 = 3 Volt

Duty Cycle 50% : 0,5 x 12 = 6 Volt

Duty Cycle 75% : 0,75 x 12 = 9 Volt

Duty Cycle 100% : 1 x 12 = 12 Volt

Perbedaan besar tegangan di atas dimasukkan rumus i=V/R, maka akan juga bisa merubah besar kuat arus (i) sehingga kecepatan putar motor dc juga akan berubah.

Rangkaian pengendali kecepatan putar motor dc dengan PWM dapat seperti gambar di bawah ini.

Dari rangkaian di atas dapat dilihat, transistor akan aktif (on) saat sinyal tinggi pada PWM dan akan off saat sinyal rendah pada PWM. Saat transistor aktif maka akan mengalir arus listrik dari tegangan supply 12 V ke motor dc dan LED, sehingga motor dc akan berputar dan LED akan menyala.

Seperti sudah dijelaskan di atas, kecepatan putar motor dc akan berubah sesuai besar Duty Cycle sinyal PWM atau lama transistor on dan off. Semakin besar duty cycle maka semakin besar tegangan rata-rata sehingga kecepatan motorĀ  dc semakin cepat atau cahaya LED semakin terang, dan sebaliknya semakin kecil duty cycle maka semakin kecil tegangan rata-rata sehingga kecepatan motor dc semakin lambat atau cahaya LED semakin redup.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *