Mengukur Kuat Arus Listrik Menggunakan Multimeter Analog

Saat bimbingan persiapan Ujian Produktif ada soal membaca Tahanan, tegangan dan kuat arus.  Untuk menjawab soal besar hambatan dan tegangan saat itu tidak ada masalah, tapi untuk membaca hasil pengukuran kuat arus agak bingung.

Setelah mempelajari jejak ini digarapkan bisa memahami mengukur kuat arus listrik menggunakan multimeter analog.

Posisi alat ukur saat mengukur ARUS (Ampere)

Untuk melakukan pengukuran ARUS yang mesti diperhatikan yaitu Posisi terminal harus dalam kondisi berderetan dengan Beban, sehingga untuk melakukan pengukuran arus maka rangkaian mesti di Buka / diputus / Open circuit dan kemudian menghubungkan terminal alat ukur pada titik yang telah terputus tersebut.
Pemasangan yang benar dapat dilihat pada gambar:

MENGUKUR ARUS LISTRIK (Ampere) DC
Yang perlu disiapkan dan diperhatikan:

  1. Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak pecah).
  2. Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan Angka NOL (0)
  3. Lakukan Kalibrasi alat ukur
  4. Atur SAKLAR PEMILIH pada posisi Skala Arus DCA
  5. Pilih SKALA PENGUKURAN yang diinginkan seperti 50 Mikro, 2.5m , 25m , atau 0.25A.
  6. Pasangkan alat ukur SERI terhadap beban/ sumber/komponen yang akan di ukur.
  7. Baca Alat ukur.

Cara Membaca Nilai Kuat Arus Listrik yang terukur :

  1. Misalkan Nilai kuat arus listrik yang akan diukur adalah 11,2 mA (Belum kita ketahui sebelumnya, itulah saya katakan Misalnya).
  2. Kemudian Kita memposisikan saklar pemilih pada posisi DCA dan memilih skala paling besar yang tertera yaitu 0,25.  Nilai 0,25 artinya Nilai kuat arus yang akan diukur bisa mencapai 0,25 Ampere.
  3. Saat memperhatikan Alat ukur maka dalam Layar penunjuk jarum tidak terdapat skala terbesar 0,25 yang ada hanya 0-10, 0-50, dan 0-250.  Maka Untuk memudahkan membaca perhatikan skala 0-250 saja.
  4. Skala penunjukan 0-250 berarti saat jarum penunjuk tepat berada pada angka 250 artinya nilai kuat arus yang terukur adalah 0,25 Ampere, jika yang di tunjuk jarum adalah angka 5 maka nilai tegangan sebenarnya yang terukur adalah 0,005 Ampere, begitu seterusnya.

Kembali pada Kasus no. 1 dimana nilai kuat arus yang akan diukur adalah hanya 11,2 mA sementara kita menempatkan saklar pemilih pada Posisi 0,25 maka jarum pada alat ukur hanya akan bergerak sedikit sekali sehingga sulit bagi kita untuk memperkirakan berapa nilai kuat arus sebenarnya yang terukur. Untuk itu Pindahkan Saklar Pemilih ke Nilai Skala di bawahnya misalkan 25 m yang dapat membuat Jarum bergerak lebih banyak agar nilai pengukuran lebih akurat.

Misalkan kita menggeser saklar pemilih ke Posisi  2,5 m pada skala DCA. Yang terjadi adalah, jarum akan bergerak dengan cepat ke paling ujung kanan. Hal ini disebabkan nilai kuat arus yang akan di ukur LEBIH BESAR dari nilai Skala maksimal yang dipilih. Jika Hal ini di biarkan terus menerus maka alat ukur DAPAT RUSAK, Jika jarum alat ukur bergerak sangat cepat ke kanan, segera pisahkan alat ukur dari rangkaian dan ganti Skala SAKLAR PEMILIH ke posisi yang lebih Besar.

Telah saya jelaskan bahwa saat memilih skala 2,5 m  untuk mengukur nilai kuat arus yang lebih besar dari 2,5 mA maka nilai kuat arus sebenarnya tidak akan terukur / diketahui. Solusinya adalah Saklar Pemilih di posisikan pada skala yang lebih besar dari 2,5 m yaitu 25 m. Saat memilih Skala 25 m pada skala kuat arus DC (tertera DCA), ingatlah untuk memudahkan pembacaan hasil pengukuran yang dilihat tetap range skala 0-250.

Saat Saklar pemilih berada pada posisi 25 m maka Jarum Penunjuk akan bergerak Tepat di tengah antara Nilai 100-125 pada range skala 0-250 yang artinya Nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur bernilai 11,2 mA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *