Mengenal Oscilloscope Analog

Pada jejak ini saya mencoba untuk menyajikan cara mengukur dan membaca hasil pengukuran tegangan  menggunakan oscilloscope analog. Sebelum melakukan pengukuran, tentunya harus kenal dulu bagian-bagian dari oscilloscope analog.

Untuk menghitung Tegangan Puncak ke Puncak ( Vpp ) harus mengetahui Skala pada Volt/Div-nya terlebih dahulu, Berapa Volt dan Tegangan Puncak ke Puncaknya, Berapa Div ( Div Vertikal ). Untuk menghitung Vpp digunakan Rumus sebagai berikut :

VOLT PEAK TO PEAK : Vpp = Div Vertikal x Volt/Div

Fungsi dari tiap tombol pada Osilloscope :

  1. POSITION : Untuk mengatur posisi berkas signal arah vertical untuk channel 1.
  2. DC. BAL : Untuk menyeimbangkan DC vertical guna pemakaian channel 1(atau Y ), Penyetelan dilakukan sampai posisi gambar diam pada saat variabel diputar.
  3. INPUT : Terminal masukan pada saat pengukuran pada CH 1 juga digunakan untuk Kalibrasi.
  4. AC ? GND ? DC Posisi AC = Untuk megukur AC, objek ukur DC tidak bisa diukur melalui Posisi ini, karena signal DC akan terblokir oleh kapasitor. Posisi GND = Terminal ini terbuka dan berkas merupakan garis nol/lived nol. Posisi DC = Untuk mengukur tegangan DC dan masukan-masukan yang lain.
  5. VOLT/DIV : Sakelar putar untuk memilih besarnya tegangan per cm (volt/div) pada layar CRT, ada II tingkat besaran tegangan yang tersedia dari 0,01 v/div s.d 20V/div
  6. VARIABLE : Untuk mengontrol sensitifitas arah vertical pada CH 1 (Y). pada putaran maksimal Ke arah jarum jam (CAL) gunanya untuk mengkalibrasi mengecek apakah Tegangan 1 volt tepat 1 cm pada skala layar CRT.
  7. MODE (CH 1, CH 2, DUAL, ADD, SUB) CH 1 : Jika signal yang diukur menggunakan CH 1, maka posisi switch pada CH 1 dan berkas yang nampak pada layar hanya ada satu. CH 2 : Jika signal yang diukur menggunakan CH 2, maka posisi switch pada CH. DUAL : Yaitu suatu posisi switch apabila hendak mengunakan CH 1 dan CH 2 Secara bersamaan, dan pada layar pun akan tampak dua berkas. ADD : Bentuk gelombang dari kedua channel masukan yang dapat dijumlahkan Secara aljabar dan penjumlahannya dapat dilihat dalam bentuk satu Gambar. SUB : Masukan dengan polaritas terbaik pada CH 2, ditambah masukan CH 1, maka perbedaan secara aljabar akan tampak satu gambar pada layar. Apabila CH 1 tidak diberi signal masukan, maka bentuk gelombang Dengan polaritas terbaik dari channel 2 akan tampak.
  8. LED PILOT LAMP : Lampu indicator untuk power masuk, apabila switch ILLUM diputar ke on.
  9. ILLUM : Bila diputar berlawanan jarum jam maksimum, maka power AC akan mati dan jika Ke kanan, maka power AC akan masuk dengan ditandai LED pilot lampu menyala.
  10. INTENSITY : Untuk mengatur gelap atau terangnya berkas sinar supaya enak pada penglihatan. Diputar ke kiri untuk memperlemah sinar dan apabila diputar ke kanan akan membuat terang.
  11. FOCUS : Untuk memperkecil/ menebalkan berkas sinar atau garis untuk mendapatkan Gambar yang lebih jelas.
  12. ASTIG : Pengaturan astigmatisma adalah untuk memperoleh titik cahaya yang lebih baik Ketika menyetel FOCUS.
  13. EXT-TRIG : Terminal dari sinkronisasi eksternal tegangan eksternal yang lebih dari IV peak To peak harus menggunakan switch SOURCE di set pada posisi EXT
  14. SOURCE : Sakelar dengan tiga posisi untuk memilih tegangan sinkronisasi. CH 1 : Huruf akan sinkron dengan masukan gelombang dari CH 1. Jika menggunakan CH 1 hendaklah switch source ditetapkan pada CH 1. CH 2 : Sweep akan sinkron dengan masukan gelombang dari CH 2. apabila Menggunakan CH 2 hendaknya switch source diletakkan pada CH 2. Sweep CH 1 dan CH 2 akan sikron pula pada saat menggunakan DC/AC. EXT : Sweep akan sikron dengan masukan signal dari luar melalui Terminal EXT + TR 16 (19).
  15. SYNC : Sakelar pemisah sinkronisasi. 15. LEVEL; Mengontrol sync level adalah mengatur phase sync untuk menentukan bentuk titik awal gelombang signal.
  16. PULL AUTO Dengan mencabut pemutar level sweep akan sedikit terganggu. bentuk gelombang – tidak diam selama tidak menggunakan signal trigger, yang nampak hanyalah garis lurus dan ini akan terjadi bila signal teriger masuk
  17. POSITION. Untuk menyetel kekiri dan kekanan berkas gambar ( posisi arah horizontal) Switch pelipat sweep dengan menarik knop, bentuk gelombang dilipatkan 5 Kali lipat kearah kiri dan kearah kanan usahakan cahaya seruncing mungkin.
  18. SWEEP TIME /DIV; Yaitu untuk memilih skala besaran waktu dari suatu priode atau pun square trap Cm (div) sekitar 19 tingkat besaranyang tersedia terdiri dari 0,5 s/d 0,5 second. pengoperasian X-Y didapatkan dengan memutar penuh kearah jarum jam.perpindahan Chop-ALT-TVV-TVH.secara otomatis dari sini. Pembacaan kalibrasi sweep time/div juga dari sini dengan cara variabel diputar penuh se arah jarum jam.
  19. VARIABEL; Digunakan untuk menyetel sweeptime pada posisi putaran maksimum arah jarum jam. ( CAL ) tiap tingkat dari 19 posisi dalam keadaan terkalibrasi.
  20. CAL IV PP Yaitu terminal untuk mengkalibrasi voltage frequency chanel 1 dan chanel 2 Dimana untuk frequency 1 Khz tegangan harus 1 volt P-P.
  21. AC VOLTAGE SELECTOR ; Untuk menyetel tegangan listrik 110 Volt atau 220 Volt.
  22. INT MOD Teminal intensitas Brightness
    OSILOSKOP

Osiloskop berguna untuk: melihat tingkah laku tegangan gelombang secara visual, ada beberapa jenis tegangan gelombang yang akan diperlihatkan pada layar monitor osiloskop.
1) Gelombang sinusoida
2) Gelombang blok
3) Gelombang gigi gergaji
4) Gelombang segitiga.

Untuk dapat menggunakan osiloskop, harus bisa memahaami tombol-tombol yg ada pada pesawat perangkat ini, seperti telah diutarakan diatas. Secara umum osiloskop hanya untuk circuit osilator ( VCO ) disemua perangkat yg menggunakan rangkaian VCO. Walau sudah berpengalaman dalam hal menggunakan osiloskop, kita harus mempelajari tombol instruksi dari pabrik yang mengeluarkan alat itu.

Untuk mengukur:

  1. Volt dari (tiap jenis tegangan gelombang).
  2. Besaran gelombang frequency
  3. Bentuk gelombang frequency.
  4. W a k t u ( time )
  5. F a s a Tegangan tinggi maksimum
  6. Tegangan tinggi minimum.
  7. Lengkung dan cacat modulasi ( audio )

Cara menghitung frequency tiap detik.
Dengan rumus sebagai berikut :
f = 1/T
f = frekuensi
T = waktu

Untuk menggunakan osiloskop haruslah berhati-hati, bila terjadi kesalahan sangat fatal akibatnya?.

Cara Mengkalibrasi Osiloscope

Semua alat ukur sebelum digunakan harus dikalibrasi, begitu juga dengan oscilliscope, sebelum digunakan harus dikalibrasi terlebih dahulu agar pembacaan hasil pengukuran akurat, berikut langkah-langkah mengkalibrasi oscilloscope :

  1. Masukan Kabel Power Pada Socket In Put 220 V Yang Terdapat Pada Bagian Belakang Osiloscope.
  2. Masukan Socket Probe Osiloscope Pada Chanel 1 ( X ) atau Chanel 2 ( Y ).
  3. Masukan Kabel Power ( Steker ) Pada Stop Kontak.
  4. Atur MODE Pada Chanel 1 ( X ) atau Chanel 2 ( Y ).
  5. Atur COUPLING Pada AC / DC & SOURCE Pada Chanel 1 ( X ) atau Chanel 2 ( Y ).
  6. Hidupkan Osiloscope Dengan Menekan Tombol Power & Lampu Indikatorpun Akan Menyala.
  7. Kalau Di Layar Osiloscope Belum Ada Tampilan Garis Horisontal Maka Atur HOLDOFF Pada Posisi AUTO & Pada LEVEL Tombol LOCK Di Tekan.
  8. Setelah Ada Tampilan Garis Horisontal Pada Layar Osiloscope Atur Focus & Intensitas Cahaya Agar Tampilan Gelombang Enak Di Lihat.
  9. Hubungkan Ujung Probe Osiloscope Pada Calibrasi ( CAL ), Maka Pada Layar Akan Tampil Gambar Gelombang ( Gelombang Kotak ).
  10. Atur Posisi Vertikal & Horisontal Gelombang Agar Mudah Dalam Melakukan Penghitungan ( Perioda, frekuensi & Volt Peak to Peak ) Untuk PengKalibrasian Osiloscope.
  11. Atur Volt / Div Pada Posisi 1 V & Time / Div Pada 0,5 mS ( .5 mS ).
  12. Tinggi Gelombang Harus 2 Div Karena Pada Kalibrasi Tercatat 2 Vpp, Kalau Tidak Sampai 2 Vpp Atur Variable
  13. Pada Chanel 1 ( X ) atau Chanel 2 ( Y ) Untuk Mengatur Tinggi Gelombang Agar Mencapai 2 Vpp.
    Panjang 1 Gelombang Penuh Harus 2 Div Horisontal.

 

Cara membaca hasil pengukuran Oscilioscope

Misalkan hasil yang ditunjukkan oleh monitor osiloskop seperti gambar di bawah ini:

Sebelum mengetahui besar frekuensi harus menghitung besar Perioda menggunakan Rumus :

T = Div Horizontal x Time / Div

= 4 Kotak x 0,5 mS

= 4 x 0,5 . 10^3

= 2. 10^-3 S

Kemudian hitung besar Frekuensi menggunakan Rumus :

f = 1/T

f=1/2.10^-3

f=500 Hz

Untuk Menghitung Volt Peak to Peak menggunakan Rumus :

Vpp = Div Vertikal x Volt / Div

= 4 Kotak x 1 V

= 4 Vpp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *