Pengendali Secara Digit

Di jejak sebelumnya sudah di bahas blok diagram kendali secara analog, kendali analog digunakan dikarenakan sinyal masukan sistem berbentuk analog kemudian diproses oleh kendali analog (salah satunya Operational Amplifier) dan aktuatornya atau keluaran digunakan juga analog.

Untuk jejak kali ini akan dibahas pengendali secara digital, karena alat kendali yang digunakan memiliki proses digital salah satunya Mikrokontroler. Kelebihan kendali secara digital memiliki keleluasaan dalam pengaturan masukan dan keluaran sistemnya karena ada pemograman di dalam sistem kendali tersebut.

Pengendali Open Loop Secara Digital

Perbedaan Pengendali sistem terbuka dengan tertutup, yaitu untuk sistem terbuka tidak memiliki feedback (umpan balik) berbentuk sensor. Sistem terbuka biasanya berbasis Timer yang berasal dari alat TDR atau dari mikrokontroler.

Pengendali Closed Loop Secara Digit

Kebanyakan Sensor memiliki proses kerja secara Analog, untuk itu dibutuhkan konverter untuk merubah dari sinyal analog ke sinyal digital.

Perhatikan blok diagram di bawah ini, ada penambahan blok ADC dan DAC. DAC juga sering ditambahkan karena beberapa Kendalian (Aktuator) memiliki proses kerja dengan sinyal Analog.

Keluaran dari Pengendali mikrokontroler misalnya dalam bentuk digital, sedangkan Aktuator yang digunakan misalnya Motor DC berbentuk analog, untuk itu dibutuhkan rangkaian DAC salah satunya seperti rangkaian di bawah.

Untuk rangkaian di atas Digital Input terhubung ke keluaran mikrokontroler, sedangkan output terhubung ke masukan aktuator.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *