Operational Amplifier sebagai Pengendali Derivatif (D)

Kendali derivatif dapat disebut pengendali laju, karena output pengendali sebanding dengan laju perubahan sinyal error.

Hubungan antara output kontrol derivatif u(t) dengan sinyal error e(t) terlihat pada persamaan 3.

Blok kendali derivatif ditunjukkan pada Gambar di bawah. Kendali derivatif menyebabkan adanya redaman pada sistem sehingga lebih memperkecil lonjakan.

Seperti pada kendali proporsional, kontrol derivatif juga tidak dapat menghilangkan offset.

gambar diagram blok kontrol derivatif

 

Pada jejak kali ini ingin mencoba menerapkan operational amplifier sebagai pengatur derivatif pada pengendali katup selenoid.

Blok diagram sistem yang dibuat seperti gambar di bawah ini.

Blok Diagram Sistem Tertutup Pengendali D

 

Rangkaian Error Detector dibuat dari operational amplifier sebagai penguat differensial yang tujuanya untuk mengatur sensitifitas dari Sensor LM35.

Sensor LM35 dipasang pada konektor dengan posisi kaki 1 terhubung ke catu daya, kaki 2 terhubung ke masukan non inverting dan kaki 3 terhubung ke ground, seperti gambar di bawah.

Keluaran operational amplifier penguat differensial dihubungkan ke rangkaian operational amplifier derivatif yang dipasang paralel, agar masing-masing pengatur dapat diatur parameternya secara terpisah.

Kemudian keluaran dari pengatur derivatif dihubungkan ke operational amplifier sebagai penguat penjumlah atau penguat pembalik untuk membalikkan sinyal dari pengatur derivatif, seperti pada gambar di bawah ini.

Secara keseluruhan rangkaian pengatur derivatif seperti gambar di bawah ini.

Keluaran dari pengatur D memiliki kuat arus yang kecil sehingga tidak bisa untuk mengaktifkan relay, tetapi cukup untuk mengaktifkan transistor sebagai saklar, seperti gambar di bawah ini.

Kontak-kontak pada Relay dapat dihubungkan ke alat atau Katup Selenoid yang memiliki daya dan catu daya yang lebih besar misalkan 24 Volt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *