Operational Amplifier sebagai Pengendali Proposional (P)

Kendali proporsional berfungsi untuk memperkuat sinyal kesalahan penggerak (sinyal error), sehingga akan mempercepat keluaran sistem mencapai titik referensi. Hubungan antara input kontroler u(t) dengan sinyal error e(t) terlihat pada persamaan 1.

Kp adalah konstanta proporsional. Diagram blok kendali proporsional ditunjukkan pada gambar di bawah.

gambar diagram blok kendali proporsional

Grafik pengaruh besar penguatan propotional (Gian) ditampilkan dengan gambar adi bawah ini.

Pada grafik di atas jika Gian (Kp) besar akan memberikan tegangan yang besar, tapi jika Gian kecil akan menghasilkan tegangan keluaran yang kecil sehingga daya yang akan dihubungkan ke alat berikutnya kecil pula.

Pada jejak kali ini ingin mencoba menerapkan operational amplifier sebagai pengatur proposional pada pengendali katup selenoid.

Blok diagram sistem yang dibuat seperti gambar di bawah ini.

Blok Diagram Sistem Tertutup Pengendali P

 

Rangkaian Error Detector dibuat dari operational amplifier sebagai penguat differensial yang tujuanya untuk mengatur sensitifitas dari Sensor LM35.

Sensor LM35 dipasang pada konektor dengan posisi kaki 1 terhubung ke catu daya, kaki 2 terhubung ke masukan non inverting dan kaki 3 terhubung ke ground, seperti gambar di bawah.

Keluaran operational amplifier penguat differensial dihubungkan ke rangkaian operational amplifier proposional yang dipasang paralel, agar masing-masing pengatur dapat diatur parameternya secara terpisah.

Kemudian keluaran dari pengatur propotional dihubungkan ke operational amplifier sebagai penguat penjumlah atau penguat pembalik untuk membalikkan sinyal dari pengatur proposional, seperti pada gambar di bawah ini.

 

 

Secara keseluruhan rangkaian pengatur proosional seperti gambar di bawah ini.

 

Keluaran dari pengatur P memiliki kuat arus yang kecil sehingga tidak bisa untuk mengaktifkan relay, tetapi cukup untuk mengaktifkan transistor sebagai saklar, seperti gambar di bawah ini.

Kontak-kontak pada Relay dapat dihubungkan ke alat atau Katup Selenoid yang memiliki daya dan catu daya yang lebih besar misalkan 24 Volt.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *