Operational Amplifier sebagai Pengendali PID

Pada jejak kali ini ingin mencoba menerapkan operational amplifier sebagai pengatur proposional integral derivative pada pengendali katup selenoid.

Blok diagram sistem yang dibuat seperti gambar di bawah ini.

Blok Diagram Sistem Tertutup Pengendali PID

 

Rangkaian Error Detector dibuat dari operational amplifier sebagai penguat differensial yang tujuanya untuk mengatur sensitifitas dari Sensor LM35.

Sensor LM35 dipasang pada konektor dengan posisi kaki 1 terhubung ke catu daya, kaki 2 terhubung ke masukan non inverting dan kaki 3 terhubung ke ground, seperti gambar di bawah.

Keluaran operational amplifier penguat differensial dihubungkan ke rangkaian operational amplifier proposional, integral dan derivative yang dipasang paralel, agar masing-masing pengatur dapat diatur parameternya secara terpisah.

Kemudian keluaran dari pengatur propotional, integral dan derivative dihubungkan ke operational amplifier sebagai penguat penjumlah untuk menggabungkan kedua sinyal dari pengatur proposional integral derivative, seperti pada gambar di bawah ini.

Secara keseluruhan rangkaian pengatur proposional integral derivative (PID) seperti gambar di bawah ini.

Keluaran dari pengatur PID memiliki kuat arus yang kecil sehingga tidak bisa untuk mengaktifkan relay, tetapi cukup untuk mengaktifkan transistor sebagai saklar, seperti gambar di bawah ini.

Kontak-kontak pada Relay dapat dihubungkan ke aktuator atau Katup Selenoid yang memiliki daya dan catu daya yang lebih besar misalkan 24 Volt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *