Prinsip Kerja dan Rangkaian Pneumatic Timer (Timer Delay Valve)

Sering kali dalam suatu sistem pneumatik menginginkan perubahan aktuator atau piston setelah jangka waktu tertentu setelah tombol ditekan. Aktuator akan bergerak/berputar setelah waktu yang ditentukan atau selama waktu yang ditentukan tergantung pemilihan komponen yang digunakan. Komponen pneumatik yang dapat beroperasi seperti hal di atas bernama Pneumatic Timer. Kita mungkin sering dibingungkan dengan nama komponen Pneumatic Timer dengan Timer Delay Valve, sebenarnya kedua istilah tersebut merupakan komponen yang sama.

Pneumatic Timer atau Timer Delay Valve atau  katup tunda waktu adalah katup yang dapat menunda waktu perubahan posisi katup dari terbuka jadi tertutup dan sebaliknya. Pneumatic Timer terdiri dari atau bisa dibuat dari kombinasi Katup 3/2, katup kontrol aliran 1 arah dan tangki udara yang dipadukan untuk menghitung waktu dari awal pada saat diaktifkan. Pneumatic Timer Normally Closed (NC) atau Normally Open (NO) didapat tergantung posisi katup 3/2 yang dipasang, apakah posisi NC atau NO , seperti gambar simbol di bawah ini.

Simbol Timer Delay Valve, Normally Closed
Simbol Timer Delay Valve, Normally Open

 

Bentuk fisik komponen Pneumatic Timer atau Timer Delay Valve dapat dilihat pada gambar di bawah.

Pneumatic Timer, Normally Closed
Pneumatic Timer, Normally Open

 

Pneumatic Timer, Normally Closed

Pneumatic Timer terdiri dari atau bisa dibuat dari kombinasi Katup 3/2 NC, katup kontrol aliran 1 arah dan tangki udara. Gambar di bawah merupakan contoh gambar dari katup tunda waktu (timer) NC, katup ini akan menghitung apabila saat timer diaktifkan lebih awal maka timer tersebut akan menghitung terlebih dahulu, setelah mencapai batas waktu yang ditentukan maka katup akan bergeser dan berganti menjadi NO.

Pada gambar katup timer di atas terdiri dari 4 lubang yang memiliki peran yang berbeda beda, antara lain:

  1. Lubang 12 (Z) digunakan sebagai masukan angin untuk mengaktifkan perhitungan waktu yang sudah ditentukan.
  2. Lubang 3 (R) digunakan sebagai pembuangan angin yang disalurkan dari lubang 2 (A) lalu ke lubang 3 (R).
  3. Lubang 2 (A) digunakan untuk menyalurkan angin dari lubang nomer 1 (P).
  4. Lubang 1 (P) digunakan untuk masukan supply udara.

 

Pneumatic Timer, Normally Open

Pneumatic Timer terdiri dari atau bisa dibuat dari kombinasi Katup 3/2 NO, katup kontrol aliran 1 arah dan tangki udara. Gambar di bawah merupakan contoh gambar dari katup tunda waktu (timer) NO, katup ini akan menghitung pada saat masukan 12 (R) di beri angin, dan katup dalam kondisi NO maka angin akan di salurkan ke keluaran lubang nomer 2 (A), pada saat tangki timer sudah mencapai batasnya atau angin yang masuk sudah memenuhi kapasitas timing yang di tentukan, maka katup akan bergeser yang tadi NO menjadi NC, sehingga angin tidak sampai ke katup kontrol.

Sama seperti Katup Tunda Waktu NC, katup ini memiliki 4 lubang yang memiliki kegunaan yang berbeda-beda, antara lain :

  1. Lubang 12 (Z) digunakan sebagai masukan angin untuk mengaktifkan perhitungan waktu yang sudah ditentukan.
  2. Lubang 3 (R) digunakan sebagai pembuangan angin yang disalurkan dari lubang 2 (A) lalu ke lubang 3 (R).
  3. Lubang 2 (A) digunakan untuk menyalurkan angin dari lubang nomer 1 (P).
  4. Lubang 1 (P) digunakan untuk masukan supply udara.

Salah satu contoh dari penggunaan pneumatic timer dapat dilihat pada rangkaian di bawah ini.

Rangkaian Pneumatic Timer

Rangkaian di atas merupakan rangkaian sederhana dari penerapan pneumatic timer. Apabila tombol katup 3/2 ditekan, maka Pneumatic Timer NC dan NO akan bekerja selama dan atau akan berubah posisi selama waktu yang telah ditentukan. Pada rangkaian  di atas, Pneumatic Timer NC dan NO masing-masing diatur 10 detik. Jadi jika tombol katup 3/2 ditekan terus maka Silinder A akan maju selama 10 detik atau akan mundur atau kembali ke posisi semula setelah 10 detik. Sedangkan Silinder B akan mulai maju setelah 10 detik dari tombol katup 3/2 ditekan. Silinder B akan kembali ke posisi semula jika tombol katup 3/2 ditekan lagi atau kembali ke posisi semula.

Untuk lebih jelasnya cara pengaturan dan cara kerja dari rangkaian pneumatik di atas bisa dilihat dalam video di bawah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *