Operational Amplifier sebagai Pembangkit Sinyal PWM

Penerapan sinyal PWM sangat banyak sekali diantara dalam komunikasi data dan teknik kendali. Banyak cara membuat sinyal PWM (Pulse Width Modulation) baik secara perangkat keras maupun secara peramgkat lunak.

Pembuatan sinyal PWM secara perangkat lunak dilakukan dalam sistem mikroprosessor dan sejenisnya. Sinyal PWM juga bisa dibuat dari kombinasi komponen-komponen rangkaian elektronik berbasis Operational Amplifier.

Dalam sinyal PWM ada istilah Duty Cycle yang merupakan persentasi dari durasi HIGH dan LOW sinyal PWM. Besar persentasi dari rata-rata tegangan keluaran.

Bentuk sinyal PWM seperti gambar di bawah ini.

Bentuk Sinyal PWM

Pada gambar di atas jika amplitudo sinyal PWM sebesar 5 V, maka :

Duty cycle 0% = 5V * 0% = 0V

Duty cycle 25% = 5V * 25% = 1.25V

Duty cycle 50% = 5V * 50% = 2.5V

Duty cycle 75% = 5V * 75% = 3.75V

Duty cycle 100% = 5V * 100% = 5V

Dari perhitungan di atas jelas terlihat pengaruh besar duty cycle terhadap tegangan, maka dari itu maka sinyal PWM sering digunakan dalam teknik kendali.

Pada jejak kali ini akan membuat sinyal PWM berpengendali Operasional Amplifier. Sinyal PWM bisa dibuat dengan menggabungkan beberapa penerapan dasar rangkaian op amp, seperti rangkaian di bawah.

Rangkaian Op Amp sebagai Pembangkit Sinyal PWM

Apabila diperhatikan rangkaian di atas merupakan gabungan dari penerapan dasar rangkaian op amp dilihat dari kiri, yaitu komparator – integrator – integrator – komparator.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *