Operational Amplifier sebagai Pengendali Motor DC

Ada lebih dari satu cara mengendalikan kecepatan motor DC diantaranya dengan mengatur besar tahanan atau resistor yang terhubung ke motor dc, cara yang lain yaitu dengan mengubah tegangan supply motor dc tersebut.

Cara mengubah besar tegangan yang efektif yaitu dengan metode PWM. Mengatur kecepatan motor dc dengan metode PWM diketahui lebih baik karena motor dc akan memiliki Torsi lebih besar dari pada dengan metode yang pertama yaitu dengan mengubah besar tahanan/ hambatan yang terhubung ke motor dc.

Di jejak sebelumnya sudah dibahas Operational Amplifier sebagai Pembangkit Sinyal PWM. Untuk itu jejak kali ini hanya menambahkan komponen yang dapat meningkatkan catu daya motor dc dan tetap berbentuk sinyal PWM yang memiliki frekwensi dan duty cycle sama dengan keluaran op amp tetapi memiliki amplitudo yang cukup untuk memutarkan motor dc.

Di bawah ini merupakan sinyal masukan dari pembangkit sinyal PWM yang dihubungkan dengan rangkaian driver motor dc.

Rangkaian Driver Motor DC

 

Sinyal keluaran dari op amp berbentuk PWM kecil atau tidak cukup untuk menggerakkan motor dc tepi cukup untuk mengaktifkan FET, untuk itu maka pada keluaran op amp dihubungkan ke kaki base FET.

Karena sinyal pada kaki base berbentuk sinyal PWM maka mosfet akan on-off berbentuk PWM juga, sehingga tegangan listrik yang terhubung dengan motor dc yang jauh lebih besar dan mampu menggerakkan motor dc akan berbentuk PWM juga.

Jika besar amplitudo sinyal PWM keluaran dari rangkaian pembangkit sebesar 5 V, seperti gambar di bawah ini.

Bentuk Sinyal PWM Ampltudo 5 V

Pada gambar di atas jika amplitudo sinyal PWM sebesar 5 V, maka :

Duty cycle 0% = 5V * 0% = 0V

Duty cycle 25% = 5V * 25% = 1.25V

Duty cycle 50% = 5V * 50% = 2.5V

Duty cycle 75% = 5V * 75% = 3.75V

Duty cycle 100% = 5V * 100% = 5V

 

Maka dengan menggunakan FET sebagai saklar maka besar amplitudo dan bentuk sinyal PWM yang diterima oleh motor dc, seperti gambar di bawah ini.

Bentuk Sinyal PWM Amplitudo 32V

Pada gambar di atas jika amplitudo sinyal PWM sebesar 32 V, maka :

Duty cycle 0% = 32V * 0% = 0V

Duty cycle 25% = 32V * 25% = 8V

Duty cycle 50% = 32V * 50% = 16V

Duty cycle 75% = 32V * 75% = 24V

Duty cycle 100% = 32V * 100% = 32V

 

Pada rangkaian motor dc diparalel dengan dioda dengan arah terbalik, ini bertujuan untuk menghindari arus balik. Jadi apabila terjadi arus balik maka arus balik tersebut tidak akan melewati motor dc, tetapi akan melewati dioda.

Secara keseluruhan rangkaian op pengendali motor dc seperti gambar di bawah ini.

Rangkaian Op Amp sebagai Pengendali Motor DC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *