Sifat dan Aturan Rangkaian Tahanan dan Tegangan Listrik

Dalam suatu rangkaian elektronika sering kita menemukan ukuran komponen yang diinginkan tidak ada di pasaran. Ukuran komponen tersebut kita dapatkan dengan mengkombinasikan dengan beberapa ukuran komponen yang ada di pasaran.

Cara mendapatkan ukuran komponen yang diinginkan tersebut bisa saja didapat dengan membentuk rangkaian seri, rangkaian paralel atau kombinasi rangkaian seri dan paralel.

 

Rangkaian Tahanan Listrik

Berikut sifat dan aturan rangkaian tahanan komponen resistor, induktor, dan kapasitor

Sifat dan Aturan Rangkaian Resistor

Rangkaian Seri Resistor

Rt = R1 +R2 +R3 + … (satuan Ohm)

it = i1 = i2 = i3 = … (satuan Ohm)

Rangkaian Pararel Resistor

Rangkaian Resistor secara Paralel

1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + … (satuan Ohm)

it = i1 + i2 + i3 + … (satuan Ohm)

Rangkaian Kombinasi Resistor

Untuk menyederhanakan rangkaian kombinasi resistor tergantung bentuk rangkaian kombinasi tersebut.

 

Sifat dan Aturan Rangkaian Induktor

Rangkaian Seri Induktor

Lt = L1 + L2 + L3 + … (satuan Henry)

 

Rangkaian Pararel Induktor

1/Lt = 1/L1 + 1/L2 + 1/L3 + … (satuan Henry)

 

Rangkaian Kombinasi Induktor

Untuk menyederhanakan rangkaian kombinasi induktor tergantung bentuk rangkaian kombinasi tersebut.

 

Sifat dan Aturan Rangkaian Kapasitor

Rangkaian Seri Kapasitor

1/Ct = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3 + … (satuan Farad)

 

Rangkaian Pararel Kapasitor

Ct = C1 + C2 + C3 + … (satuan Farad)

 

Rangkaian Kombinasi Kapasitor

Untuk menyederhanakan rangkaian kombinasi kapasitor tergantung bentuk rangkaian kombinasi tersebut.

JEJAK TERKAIT :  ADC untuk Arduino

 

Rangkaian Tegangan Listrik

Berikut sifat dan aturan tangkaian tegangan listrik.

Rangkaian Seri Tegangan Listrik

Et = E1 + E2 + E3 + … (Volt)

it = i1 = i2 = i3 = … (Ampere)

 

Rangkaian Paralel Tegangan Listrik

Et = E1 = E2 = E3 = … (Volt)

it = i1 + i2 + i3 + … (Ampere)

 

Rangkaian Kombinasi Tegangan Listrik

Untuk menyederhanakan rangkaian kombinasi tergantung tergantung bentuk rangkaian kombinasi tersebut. Yang penting diperhatikan yaitu besar tegangan listrik yang di rangkai paralel harus memiliki besar dan arah polaritas yang sama, jika memiliki ukuran yang berbeda maka akan arus listrik mengalir dari potensial yang besar ke lebih kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *