Sensor Proximity pada Sistem Elektropneumatik

Proximity sensor adalah alat pendeteksi yang bekerja berdasarkan jarak obyek terhadap sensor. Karakteristik dari sensor ini adalah mendeteksi obyek benda dengan jarak yang cukup dekat. Proximity sensor ini mempunyai tegangan kerja antara 10-30 Vdc dan ada juga yang menggunakan tegangan 100-200VAC. Hampir di setiap mesin-mesin produksi sekarang ini menggunakan sensor jenis ini, sebab selain praktis sensor ini termasuk sensor yang tahan terhadap benturan ataupun goncangan, selain itu mudah pada saat melakukan perawatan ataupun perbaikan penggantian.

Ada banyak sensor proximity yang dapat digunakan untuk mengukur jarak di antaranya sensor ultrasonic, optocouple dan lain-lain, pada jejak kali ini hanya  membahas sensor proximity yang ada dalam aplikasi FluidSIM atau sering digunakan dalam sistem elektropneumatik.

Ada empat jenis sensor proximity pada sistem elektropenumatik, yaitu :

1. Inductive Proximity Sensor

Inductive Proximity Sensor
Simbol

Inductive Proximity berfungsi untuk mendeteksi objek logam. Prinsip kerja dari proximity inductive adalah apabila ada tegangan sumber maka osilator yang ada pada proximity akan membangkitkan medan magnet dengan frekuensi tinggi. Jika sebuah benda logam di dekatkan pada permukaan sensor maka medan magnet akan berubah.

Perubahan pada osilator ini akan dideteksi sensor sebagai sinyal adanya objek. Contoh Inductive Proximity ini biasanya digunakan pada metal detector di bandara. Sensor proximity ini akan mendeteksi adanya objek logam walaupun tidak terlihat.

JEJAK TERKAIT :  Penerapan Sensor Ultrasonic dengan Arduino

2. Capacitive Proximity Sensor

 

Capacitive Proximity Sensor
Simbol

Sensor Capacitive Proximity  mampu mendeteksi objek logam maupun non logam. Prinsip kerja dari proximity capacitive adalah dengan cara mengukur perubahan kapasitansi medan listrik sebuah kapasitor yang disebabkan oleh sebuah objek yang mendekatinya. Capacitive proximity ini biasanya digunakan pada bumper mobil atau bagian mobil yang lainnya. Manfaat sederhananya adalah untuk memudahkan mobil parkir, karena sensor ini akan bekerja apabila mendekteksi benda-benda pada jarak tertentu sehingga mobil tidak akan menabrak benda tersebut.

3. Optical Proximity Sensor

 

Optical Proximity Sensor
Simbol

Sensor ini mendeteksi adanya objek dengan cahaya biasanya adalah infra red. Proximity optik ini terdiri dari sebuah cahaya dan penerima (receptor) yang mendeteksi sebuah benda dengan refleksi. Jika benda dalam jarak yang sensitif atau benda mengenai cahaya dari sensor, maka cahaya akan memantul kembali ke penerima dan mengindikasikan bahwa terdapat sebuah benda yang tertangkap sensor.

Kelemahan sensor proximity optik ini adalah dalam penggunaannya terkadang lensa kotor, cahaya kabur, permukaan refleksi yang buruk dan orientasi objek yang salah. Proximity optik ini biasanya digunakan pada teknologi ponsel layar sentuh. Karena ketika menerima telfon telinga akan menjadi objek yang menghalangi pancaran sinar infra red, maka sinar infra red akan dipantulkan kembali dan mengindikasikan bahwa ada objek didepannya. Hasilnya adalah layar ponsel akan terkunci agar layar tidak acak ketika bersentuhan dengan telinga.

4. Magnetic Proximity Sensor

Magnetic Proximity Sensor
Simbol

Magnetic Proximity Sensor sering digunakan saat Inductive Proximity Sensor tidak bekerja dengan baik pada kondisi tertentu, sensor ini dapat mendeteksi magnet yang terhalangi oleh dinding non-ferrous metal, stainless steel, aluminum, plastik atau kayu.

JEJAK TERKAIT :  Cara Mengatur Kecepatan Silinder

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *