Menggerakan Double Acting Cylinder pada Sistem Elektropneumatik

Banyak modifikasi rangkaian yang dapat dibuat untuk menggerakan Double Acting Cylinder, tetapi rangkaian yang dibuat disesuaikan dengan komponen elektropneumatik yang dimiliki dan efesiensi penggunaan komponen.

Contohnya jika ingin menggerakan 1 buah Double Acting Cylinder yang dapat bergerak maju mundur yang paling sederhana, tetapi komponen yang dimiliki hanya  1 buah katup 5/2 dengan solenoid pegas, untuk itu maka desain rangkaian yang dibuat disesuaikan dengan komponen yang dimiliki tersebut.

Pada jejak kali ini akan membahas pergerakan Double Acting Cylinder yang hanya bergerak 1 kali jika tombol Start ditekan atau Piston akan maju dan kembali ke tempat semula hanya dalam 1 kali gerakan saja. Jika piston ingin bergerak maju lagi maka harus menekan tombol Start kembali.

Rangkaian untuk menggerakan 1 buah Double Acting Cylinder yang dibuat dalam 3 metode, yaitu tanpa timer dan sensor, dengan timer saja, dan dengan sensor saja. Prinsip pergerakan double acting cylinder yang sederhana ini diharapkan menjadi dasar untuk membuat pergerakan yang lebih banyak.

Rangkaian Menggerakan Double Acting Cylinder tanpa Timer dan Sensor

Tanpa Timer dan Sensor

Pada rangkaian di atas hanya dipasang 1 buah Stombol Start dan 1 buah tombol Start.

Jika tombol Start ditekan maka relay K3 akan aktif dan kontaknya akan berubah posisi dari NC jadi Open dan NO dasi Close, sehingga kontak relay akan mengunci tombol Start dan relay akan aktif terus. Karena relay K3 aktif maka arus listrik mengalir ke Solenoid Katup 5/2 dan katup akan berubah posisi ke posisi 1 kemudian piston akan maju. Piston akan maju terus sampai tombol Stop ditekan. Jika ingin memajukan piston lagi maka tombol Start harus ditekan lagi.

 

Rangkaian Menggerakan Double Acting Cylinder dengan Timer

Dengan Timer

Pada rangkaian di atas hanya dipasang 1 buah Timer.

Jika tombol Start ditekan maka relay K3 akan aktif dan kontaknya akan berubah posisi dari NC jadi Open dan NO dasi Close, sehingga kontak relay akan mengunci tombol Start dan relay akan aktif terus. Karena relay K3 aktif maka arus listrik mengalir ke timer atau timer aktif. Karena aktif maka kontak timer T1 akan tertutup sesuai durasi waktu yang ditentukan sehingga arus listrik mengalir Solenoid Katup 5/2 (Y2) dan katup akan berubah posisi ke posisi 1 kemudian piston akan maju. Piston akan maju terus sampai durasi maktu yang ditentukan pada Timer tercapai, setelah durasi waktu timer tercapai maka kontak timer akan berubah posisi dari NC menjadi Open sehingga akan memutus aliran listrik ke solenoid katup Y3. Jika ingin memajukan piston lagi maka harus menekan tombol stop terlebih dahulu kemudian menekan tombol Start harus ditekan lagi.

 

Rangkaian Menggerakan Double Acting Cylinder dengan Sensor

Dengan Sensor

Pada rangkaian di atas hanya dipasang 1 buah Sensor yang diletakkan di A+, sedangkan pada rangkaian elektrik kontak NC sensor rangkaian seri dengan tombol Stop.

Jika tombol Start ditekan maka relay K3 akan aktif dan kontaknya akan berubah posisi dari NC jadi Open dan NO dasi Close, sehingga kontak relay akan mengunci tombol Start dan relay akan aktif terus. Karena relay K3 aktif maka arus listrik mengalir ke Solenoid Katup 5/2 dan katup akan berubah posisi ke posisi 1 kemudian piston akan maju. Piston akan maju terus sampai menyentuh Sensor, setelah menyentuh sensor maka kontak sensor akan berubah posisi dari NC menjadi Open sehingga akan memutus aliran listrik ke relay K3 atau membuka kunci tombol Start. Jika ingin memajukan piston lagi maka tombol Start harus ditekan lagi.

Menggerakan Double Acting Cylinder dapat dilihat dalam video di bawah ini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.